Minggu, 22 September 2024

3 Hal Yang Merusak Amal Baik Dalam Islam

3 Hal Yang Merusak Amal Baik Dalam Islam


3 Hal Yang Merusak Amal Baik Dalam Islam - Dalam Islam, amal baik memiliki peranan penting dalam menentukan pahala dan kedekatan seseorang kepada Allah. Namun, ada beberapa hal yang dapat merusak atau bahkan membatalkan amal baik, sehingga tidak diterima oleh Allah.

Berikut adalah tiga hal utama yang dapat merusak amal baik dalam Islam:


1. Riya' (Pamer atau Mencari Pujian)

Riya' adalah melakukan amal kebaikan namun tidak untuk mencari ridha Allah, akan tetapi untuk mendapatkan pujian atau pengakuan dari para manusia. Ini dianggap sebagai perlakuan syirik kecil dan dapat merusak amal kebaikan karena adanya niat yang salah. Allah swt cuma menerima amal yang dilakukan dengan hati yang ikhlas untuk-Nya, bukan karena pamer atau riya'.

Contoh: Bersedekah, shalat, atau beribadah dengan niat agar dipuji atau dianggap saleh oleh orang lain.

“Maka celakalah bagi orang yang shalat, (yaitu) orang yang lalai terhadap shalatnya, yang berbuat riya’” (QS. Al-Ma’un [107]: 4-6)


2. Hasad (Iri Hati dan Dengki)

Hasad adalah perasaan tidak suka terhadap nikmat atau kebaikan yang didapatkan kepada orang lain, dan berharap supaya nikmat tersebut hilang dari dirinya. Hasad adalah dosa hati yang sangat berbahaya karena bisa merusak keikhlasan dan membakar amal baik dalam diri seseorang.

Contoh: Seseorang yang merasa iri atas rezeki atau kesuksesan orang lain sehingga membuatnya tidak bersyukur dan cenderung melakukan perbuatan buruk.

“Jauhilah hasad karena sesungguhnya hasad memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.” (HR. Abu Dawud)


3. Tidak Menjaga Hak Sesama Manusia

Amal baik yang dilakukan akan rusak atau bahkan hilang jika seseorang mengabaikan hak orang lain atau menzalimi mereka. Dalam Islam, hubungan baik dengan sesama manusia sangat penting, dan tidak mungkin seseorang bisa mendekatkan diri kepada Allah sementara dia menzalimi orang lain.

Contoh: Menyakiti orang lain, mengambil hak orang lain, atau tidak menyelesaikan masalah dengan orang yang telah dizalimi.


Rasulullah ﷺ bersabda:

 “Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut itu?” Para sahabat menjawab, “Orang yang bangkrut adalah orang yang tidak memiliki dirham dan harta.” Rasulullah ﷺ berkata, “Orang yang bangkrut dari umatku adalah yang datang pada hari kiamat membawa (pahala) shalat, puasa, dan zakat. Tetapi dia juga telah mencaci maki si ini, menuduh si ini, memakan harta si ini, menumpahkan darah si ini, dan memukul si ini. Maka, kebaikannya akan diberikan kepada orang-orang tersebut, lalu jika kebaikannya habis sebelum dapat melunasi (kesalahan), dosa-dosa orang tersebut akan ditimpakan kepadanya, kemudian dia akan dilempar ke dalam neraka.” (HR. Muslim)


Cara Mengembalikan Amal Baik Yang Sudah Berdosa

Dalam Islam, Allah SWT memberikan peluang yang besar kepada hamba-Nya untuk memperbaiki diri dan mengembalikan amal baik yang telah rusak atau berkurang karena dosa.

Berikut adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengembalikan amal baik setelah seseorang berdosa:


1. Taubat Nasuha (Taubat Sungguh-Sungguh)

Langkah pertama dan paling penting adalah bertaubat dengan tulus kepada Allah SWT. Taubat yang diterima oleh Allah adalah taubat yang ikhlas dan memenuhi syarat-syarat berikut:


Menyesali perbuatan dosa: Dapat merasakan penyesalan mendalam dari dosa yang telah dilakukannya.

Berhenti dari dosa tersebut: Segera menghentikan perbuatan dosa dan tidak melakukannya lagi.

Berjanji tidak mengulangi: Bertekad kuat untuk tidak kembali mengulangi dosa tersebut di masa depan.

Jika terkait dengan hak orang lain: Mengembalikan hak yang diambil atau meminta maaf kepada orang yang telah dizalimi.


“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya…” (QS. At-Tahrim [66]: 8)


2. Memperbanyak Amalan Kebaikan

Amal baik yang dilakukan dengan ikhlas dapat menghapus dosa-dosa kecil dan menambah pahala. Allah SWT sudah berfirman bahwa amal kebaikan dapat menghapus segala keburukan:


“Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang dan pada bagian permulaan malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.” (QS. Hud [11]: 114)


Beberapa amalan yang dianjurkan untuk memperbaiki dosa dan menambah pahala di antaranya:

Shalat: Baik shalat wajib maupun sunnah, terutama shalat taubat, shalat dhuha, dan shalat malam.

Sedekah: Memberi sedekah dengan ikhlas untuk membersihkan harta dan mendapatkan ridha Allah.

Puasa sunnah: Seperti puasa Senin Kamis atau puasa Ayyamul Bidh yang biasa dikenal puasa pertengahan bulan.

Istighfar: Memperbanyak memohon ampun dengan membaca istighfar dan zikir kepada Allah.


3. Meminta Maaf dan Memperbaiki Hubungan dengan Sesama

Jika dosa yang dilakukan melibatkan hak orang lain (misalnya, berbuat zalim, mencuri, atau menyakiti orang lain), maka tidak cukup hanya bertaubat kepada Allah. Seseorang harus:


Meminta maaf kepada orang yang dizalimi: Dengan tulus dan berjanji untuk tidak mengulanginya.

Mengembalikan hak: Jika dosa terkait harta, barang, atau hak lainnya, maka harus mengembalikan atau mengganti kerugian yang telah ditimbulkan.

Memperbaiki hubungan: Jika hubungan dengan orang tersebut rusak, berusaha memperbaikinya melalui silaturahmi dan kebaikan.


4. Istiqamah dalam Kebaikan

Setelah bertaubat dan memperbaiki diri, penting untuk istiqamah (konsisten) dalam melakukan kebaikan dan menjauhi dosa. Konsistensi dalam ibadah dan amal saleh membantu seseorang menjaga keimanan dan melindungi diri dari terjerumus kembali ke dalam dosa.


Memperkuat hubungan dengan Allah: Dengan meningkatkan kualitas ibadah, seperti lebih khusyuk dalam shalat dan lebih sering membaca Al-Qur'an.

Mencari lingkungan yang baik: Bergaul dengan orang-orang yang saleh dan mendukung kebaikan akan membantu menjaga istiqamah dalam jalan yang benar.


5. Memohon Ampunan dan Rahmat Allah

Selalu memohon ampunan dan rahmat dari Allah adalah cara untuk mendapatkan pengampunan dan menyempurnakan amal. Salah satu jenis amalan yang dianjurkan ialah memperbanyak membaca:

“Astaghfirullahal adzim” (Aku memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung).

Amalan lain yang dapat mendatangkan ampunan adalah zikir dan doa yang tulus, seperti doa Nabi Yunus saat berada dalam perut ikan:

“La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadz dzalimin” (QS. Al-Anbiya [21]: 87)


Kesimpulan

Mengembalikan amal baik setelah berdosa memerlukan taubat yang sungguh-sungguh, memperbanyak amal saleh, memperbaiki hubungan dengan orang lain, serta menjaga konsistensi dalam berbuat baik. Dengan demikian, Allah akan mengampuni dosa-dosa kita dan menerima kembali amal kebaikan yang kita lakukan dengan ikhlas. Allah SWT Maha Pengampun dan selalu membuka pintu taubat bagi para  hamba-hamba-nya yang telah melakukan dosa.

0 komentar:

Posting Komentar