Penjelasan Lengkap Hadits Tentang Dakwah Yang Disampaikan Seseorang - Hadis tentang dakwah yang disampaikan seseorang memiliki makna yang sangat mendalam dalam Islam, karena dakwah (menyampaikan ajaran Islam) adalah salah satu kewajiban setiap Muslim, baik kepada sesama Muslim maupun non-Muslim.
Dakwah bukan hanya tugas para ulama, melainkan tanggung jawab seluruh umat Islam sesuai dengan kapasitas dan kemampuan masing-masing.
Berikut penjelasan lengkap tentang dakwah yang disampaikan seseorang menurut Islam berdasarkan hadis dan ajaran Nabi Muhammad SAW.
Hadis Tentang Dakwah:
Salah satu hadis yang sangat terkenal mengenai dakwah adalah sabda Rasulullah SAW:
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو، قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم:
**"بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً"**
"Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat." (HR. Bukhari)
Penjelasan Hadis:
1. Kewajiban Menyampaikan Ilmu
Hadis ini menunjukkan bahwa setiap Muslim memiliki kewajiban untuk menyampaikan apa yang dia ketahui tentang ajaran Islam, meskipun hanya sedikit. "Walau hanya satu ayat" menekankan bahwa kita tidak harus menjadi ahli agama atau memiliki pengetahuan yang mendalam untuk berdakwah, asalkan apa yang kita sampaikan itu benar dan sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW.
2. Dakwah Tidak Terbatas pada Ulama
Dakwah bukan hanya kewajiban para ulama atau pendakwah formal, melainkan tugas semua Muslim. Setiap individu bisa berdakwah melalui perkataan, perilaku, atau tindakan sehari-hari yang mencerminkan ajaran Islam, seperti akhlak yang baik, tolong-menolong, atau memberi nasihat yang baik.
3. Menyampaikan Sesuai Kapasitas
Rasulullah SAW tidak memaksa umatnya untuk menyampaikan semua ajaran Islam sekaligus. Menyampaikan walau hanya satu ayat berarti kita bisa berdakwah sesuai dengan ilmu dan pemahaman yang kita miliki, asalkan itu benar. Dalam Islam, penting untuk menyampaikan sesuatu yang kita pahami dengan baik, agar tidak menyesatkan orang lain.
4. Akhlak dalam Berdakwah
Dalam berdakwah, penting untuk menjaga akhlak yang baik. Rasulullah SAW adalah teladan dalam menyampaikan dakwah dengan penuh kasih sayang, kelembutan, dan tanpa memaksakan. Allah SWT berfirman:
"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik." (QS. An-Nahl: 125).
Ini menunjukkan bahwa dalam dakwah, metode yang digunakan harus bijaksana, lemah lembut, dan tidak memaksa. Dakwah yang disampaikan dengan cara yang kasar atau memaksa justru bisa menjauhkan orang dari Islam.
Manfaat dan Keutamaan Dakwah:
1. Pahala Berkelanjutan
Setiap kebaikan yang dihasilkan dari dakwah yang disampaikan seseorang akan menjadi pahala berkelanjutan bagi yang menyampaikan. Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti orang yang melakukannya." (HR. Muslim).
Artinya, jika seseorang berdakwah dan orang lain mengamalkan ajaran yang disampaikan, maka pahala dari amal kebaikan tersebut juga akan terus mengalir kepada orang yang berdakwah.
2. Menghindari Dosa Besar dengan Meninggalkan Dakwah
Dalam Islam, meninggalkan dakwah atau tidak menyampaikan kebenaran bisa dianggap sebagai sebuah kelalaian. Ada peringatan dalam Al-Qur'an tentang umat terdahulu yang ditimpa azab karena mereka tidak menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Hal ini tercantum dalam firman Allah:
"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung."(QS. Ali-Imran: 104).
3. Mempererat Persaudaraan dan Memperbaiki Masyarakat
Dakwah yang disampaikan dengan hikmah dapat mempererat ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama Muslim) dan memperbaiki kondisi masyarakat. Ketika seseorang mengingatkan saudaranya dalam kebaikan atau menasihati untuk menjauhi keburukan, ini akan menciptakan lingkungan yang lebih baik dan mendukung nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
4. Dakwah Sebagai Tanda Iman yang Kuat
Orang yang berdakwah dengan ikhlas menunjukkan kesungguhan dalam keimanan. Menyampaikan ajaran Islam bukan hanya menandakan komitmen terhadap agama, tetapi juga keinginan untuk melihat kebaikan tersebar di masyarakat. Rasulullah SAW menyebutkan dalam sebuah hadis bahwa tanda keimanan adalah mencintai kebaikan bagi orang lain seperti mencintai kebaikan untuk diri sendiri.
5. Menjadi Bagian dari Pembangunan Moral Masyarakat
Dakwah tidak hanya terkait dengan ibadah secara formal, tetapi juga terkait dengan pembangunan moral dan etika dalam masyarakat. Melalui dakwah, seorang Muslim bisa berkontribusi dalam memperbaiki perilaku masyarakat, menegakkan keadilan, dan menciptakan lingkungan yang lebih baik. Dakwah yang baik dapat membantu mengurangi kemungkaran dan meningkatkan kebaikan dalam komunitas.
Cara Berdakwah yang Benar dalam Islam:
1. Memiliki Ilmu yang Cukup
Sebelum berdakwah, penting untuk memiliki ilmu yang benar tentang apa yang akan disampaikan. Rasulullah SAW menekankan pentingnya menyampaikan kebenaran, sehingga kita harus memastikan bahwa apa yang kita sampaikan didasarkan pada sumber yang sahih, seperti Al-Qur'an dan hadis.
2. Menggunakan Hikmah dan Kesabaran
Berdakwah harus dilakukan dengan hikmah (kebijaksanaan) dan kesabaran. Rasulullah SAW selalu bersikap lembut dan penuh kesabaran ketika berdakwah, bahkan ketika dihadapkan pada penolakan atau perlawanan.
3. Tidak Memaksa
Dakwah dalam Islam tidak boleh dilakukan dengan paksaan. Allah berfirman:
"Tidak ada paksaan dalam agama. Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar dari jalan yang sesat." (QS. Al-Baqarah: 256).
Tugas seorang Muslim hanya menyampaikan kebenaran, sementara hidayah adalah milik Allah yang diberikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki.
4. Menjadi Contoh yang Baik
Salah satu bentuk dakwah yang paling efektif adalah menjadi teladan dalam perbuatan dan perilaku sehari-hari. Akhlak yang baik dan perilaku yang sesuai dengan ajaran Islam bisa menjadi sarana dakwah yang sangat kuat, karena orang lain akan tertarik pada Islam melalui contoh nyata dari Muslim yang baik.
Kesimpulan:
Hadis tentang dakwah yang disampaikan seseorang menekankan pentingnya setiap Muslim untuk berperan dalam menyampaikan ajaran Islam, walaupun hanya sedikit. Dakwah tidak harus dilakukan dengan cara formal, tetapi bisa melalui tindakan dan perkataan sehari-hari yang mencerminkan nilai-nilai Islam. Dengan niat yang tulus, ilmu yang cukup, dan akhlak yang baik, dakwah menjadi salah satu sarana paling efektif untuk menyebarkan kebaikan dan mendapatkan pahala yang berkelanjutan.
Pahala Yang Diterima Bagi Orang Yang Ikhlas Berdakwah
Orang yang ikhlas dalam berdakwah akan menerima pahala yang besar dan berkelanjutan dari Allah SWT.
Berikut adalah beberapa pahala yang akan diterima bagi mereka yang ikhlas dalam menyebarkan kebaikan dan ajaran Islam:
1. Pahala Berkelanjutan (Jariyah)
Orang yang ikhlas berdakwah akan mendapatkan pahala berkelanjutan, bahkan setelah mereka meninggal. Setiap ilmu atau amal kebaikan yang disampaikan, jika diamalkan oleh orang lain, akan terus mengalirkan pahala kepada orang yang berdakwah tersebut.
Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang melakukannya."
(HR. Muslim).
Ini berarti setiap orang yang mendapatkan manfaat dari dakwah dan mengamalkan ajaran yang disampaikan, pahala orang tersebut akan terus mengalir kepada pendakwah, tanpa mengurangi pahala mereka yang melakukannya.
2. Diberi Balasan yang Lebih Baik
Orang yang ikhlas berdakwah hanya mengharapkan keridhaan Allah, dan Allah akan membalasnya dengan kebaikan yang lebih besar dari apa yang ia sampaikan.
Allah SWT berfirman:
"Barang siapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya."
(QS. Al-An’am: 160).
Ini menunjukkan bahwa orang yang mengajak kepada kebaikan melalui dakwah akan mendapat balasan yang berlipat ganda dari kebaikan yang mereka sebarkan.
3. Menjadi Penghapus Dosa
Berdakwah dengan ikhlas menjadi salah satu cara untuk menghapus dosa-dosa. Setiap kali seseorang menyebarkan kebaikan dan mengajak orang lain untuk berbuat baik, itu menjadi sarana untuk membersihkan diri dari kesalahan dan dosa yang pernah dilakukan.
Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya perbuatan-perbuatan baik itu menghapuskan perbuatan-perbuatan buruk."
(HR. Tirmidzi).
4. Mendapatkan Kedudukan yang Tinggi di Sisi Allah
Orang yang ikhlas dalam dakwah akan mendapatkan kedudukan yang tinggi di sisi Allah karena telah berkontribusi dalam menegakkan agama-Nya dan menyebarkan kebaikan. Berdakwah adalah salah satu perbuatan yang mulia karena membantu orang lain mengenal kebenaran dan menjalani hidup sesuai dengan ajaran Islam.
Dalam Al-Qur'an, Allah berfirman:
"Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata, 'Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?'"
(QS. Fussilat: 33).
5. Pahala Seperti Para Nabi
Para Nabi diutus oleh Allah untuk menyampaikan risalah-Nya. Orang yang ikhlas berdakwah, meskipun bukan Nabi, akan mendapatkan pahala seperti para Nabi, karena mereka meneruskan misi mulia para Nabi, yaitu menyebarkan ajaran Allah.
Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa yang mengajak kepada petunjuk, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun."
(HR. Muslim).
6. Dihindarkan dari Azab dan Diberikan Keberkahan
Orang yang berdakwah dengan ikhlas kepada kebaikan turut berperan dalam mencegah kemungkaran dan kerusakan di muka bumi. Karena peran mereka dalam menjaga tatanan sosial dan spiritual yang baik, Allah akan melindungi mereka dari azab dan memberikan keberkahan dalam hidup mereka.
Allah berfirman:
"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung."
(QS. Ali-Imran: 104).
Kesimpulan:
Pahala bagi orang yang ikhlas berdakwah sangat besar, mencakup pahala berkelanjutan, penghapusan dosa, balasan berlipat ganda, dan kedudukan tinggi di sisi Allah. Dakwah yang dilakukan dengan niat ikhlas bukan hanya memberikan manfaat bagi orang lain, tetapi juga membawa kebaikan yang besar bagi diri sendiri di dunia dan akhirat.






